12 Tahun Kiprah Indonesia di Organisasi Meteorologi Dunia

Delegasi Indonesia di Kongres Ke-18 World Meteorological Organization di Swiss, 3-14 Juni 2019.

SekaliLagi.id – Indonesia terpilih kembali sebagai anggota Dewan Eksekutif World Meteorological Organization dalam Kongres Ke-18 di Swiss, 3-14 Juni, yang diikuti 149 negara.

Bersama 36 negara lain di Dewan Eksekutif Organisasi Meteorologi Dunia, Indonesia mewakili negara-negara di kawasan Pasifik Barat Daya bersama Australia dan Singapura.

Terpilihnya kembali Indonesia menandai 12 tahun Indonesia di Dewan Eksekutif yang berperan penting menetapkan kebijakan serta program-program strategis Organisasi Meteorologi Dunia.

Pemerintah Indonesia, diwakili Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, mendapatkan kepercayaan untuk membantu WMO dalam melaksanakan program peningkatan kapasitas negara anggota, terutama di wilayah Pasifik Barat Daya. Di antaranya pengembangan kapasitas di bidang prediksi cuaca numerik dan sekolah lapang iklim untuk petani dan nelayan.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati yang mewakili Indonesia bertindak sebagai keynote speaker bersama jajaran tokoh dunia bidang meteorologi, hidrologi, dan oceanografi, dalam Special Session on Our Ocean, dalam rangkaian peringatan United Nation Year of Ocean Decade.

Dwikorita mengingatkan untuk mewujudkan keselamatan dan keberlanjutan dalam pemanfaatan dan pembangunan layanan operasional maritim diperlukan data meteorologi, oceanografi, volkanologi dan tektonik, yang terintegrasi dalam sistem yang andal, mudah diakses, dan didukung jaringan komunikasi yang tangguh.

Menurut Dwikorita, mengingat penting dan mendesaknya kebutuhan data terstandard dan berkualitas dengan sistem yang andal, diperlukan kerja sama antarnegara ataupun dengan pihak swasta melalui public-private engagement seperti yang sedang disiapkan Indonesia.

One Observation Policy sangat diperlukan yang akan diatur secara nasional di tiap-tiap negara untuk menjaga sinergi dan sinkronisasi dalam integrasi data antarlembaga.

Selain itu, perlu juga menguatkan keterlibatan masyarakat dengan menerapkan kearifan dan pengetahuan lokal yang relevan untuk mendukung ketangguhan di kawasan pantai yang rawan bencana.

“BMKG atas nama Indonesia pun telah menerima Certificate of Appreciation yang ditandatangani Presiden WMO David Grimes, karena keberhasilan dan peran dalam merealisasikan pilot project pembangunan sistem peringatan dini banjir rob di Indonesia pada Indonesia Coastal Inundation Forecasting System yang diluncurkan pada April 2019 ini,” katanya. [SL2]

BAGIKAN