Anak Muda Mesti Berani Ambil Peluang

Presiden Joko Widodo pada “Young on Top National Conference” di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (25/18).

SekaliLagi.id – Anak-anak muda Indonesia harus berani mengambil peluang dan memulai bisnis, tentu dengan perhitungan matang.

“Untuk anak-anak muda, kalau ingin berusaha, cepat mulailah. Tetapkan ide, tetapkan jenis usaha yang ingin kita kerjakan, tentukan tujuan. Mau ke mana bisnisnya, tujuannya harus ada,” kata Presiden Joko Widodo saat membuka “Young on Top National Conference” di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (25/18).

Bagi pemula, perlu melakukan penelitian atau survei terlebih dahulu sebelum memulai bisnis. “Kalau punya duit, survei gede-gedean. Harus ada survei, ilmiah, disurvei betul-betul sehingga punya kalkulasi. Mesti ada perhitungan dalam menentukan lokasi, dalam menetapkan jenis bisnis yang akan kita kerjakan,” kata Presiden.

Selain melakukan survei, baik mengenai perilaku konsumen, kondisi bisnis, maupun ekosistem bisnis, para pemula perlu menetapkan jenis usaha, ide, dan tujuan. Momentum atau waktu yang pas untuk memulai juga perlu diperhitungkan. “Kalau saya mengurus bisnis, sudah feeling. Wah ini peluang. Saya putuskan, bisa. Tapi kalau pemula memang harus melakukan survei,” katanya.

Anak-anak muda hendaknya tidak takut menghadapi risiko dalam berbisnis. Sebab, risiko sebenarnya bisa dikalkulasi. “Risiko yang tidak terkalkulasi itu namanya ngawur, nabrak-nabrak. Harus dikalkulasi. Kalau kalkulasinya luput, ada risikonya. Itulah bisnis.”

Menurut Presiden, kondisi bisnis saat ini berbeda dari zaman dulu. Kini pebisnis tidak memerlukan fixed asset seperti pabrik. “Tidak perlu bisnis besar memiliki pabrik yang gede. Karena yang dijual sekarang adalah brand value. Fixed asset yang besar tidak perlu. Sekarang yang perlu light asset, tapi valuasinya tinggi,” kata Presiden Jokowi. [SL2]

 

BAGIKAN