Kiat Bijak Menghadapi Hoax

Berita-berita apa saja, yang terpercaya ataupun bohong, kini bertebaran di berbagai media, terutama sosial media. Makin sering orang melihat sebuah konten, makin mudah mempercayainya. Namun, hanya karena banyak teman membagikan berita tertentu, bukan berarti berita itu pasti benar. Alih-alih langsung mempercayai dan membagikannya, kita bisa mencegah penyebaran hoax dengan lebih cerdas.

  1. Jangan hanya baca judul

Banyak orang sebenarnya tidak membaca konten yang dibagikan. Mereka hanya membaca judulnya. Untuk mencegah menjadi penyebar hoax, hilangkan kebiasaan membagikan konten tanpa membaca isinya secara menyeluruh.

  1. Sumber berita

Orang sering tidak mempertimbangkan legitimasi sumber berita. Situs berita hoax bisa muncul tiap saat, tetapi kita sebenarnya bisa menghindari jebakannya dengan bersikap lebih hati-hati melihat sebuah situs. Sikap hati-hati ini juga berlaku terhadap sumber ataupun narasumber yang dikutip, minimal dengan mencari referensi lanjutan yang terpercaya.

  1. Cenderung mudah terkena bias konfirmasi

Orang punya kecenderungan untuk menyukai konten yang memperkuat kepercayaan atau ideologi sendiri atau kelompoknya. Hal ini membuat rentan membagikan konten yang sesuai dengan pandangan, sekalipun konten itu hoax. Jika membaca berita yang betul-betul secara sempurna mengukuhkan keyakinan, kita harus lebih berhati-hati dan tidak buru-buru memencet tombol share.

  1. Mengukur legitimasi konten dari berita terkait

Sebuah berita belum tentu bukan hoax hanya karena melihat konten terkait di media sosial. Jangan buru-buru menyimpulkan lalu ikut membagikannya. Kadang-kadang hoax memang diolah dari berita media terpercaya, namun isinya sudah diplintir.

Mari menjadi lebih cerdas dan waras menghadapi gempuran hoax.

 

BAGIKAN