Dana Desa Persempit Ketimpangan

SekaliLagi.id – Presiden Joko Widodo mengimbau masyarakat agar memanfaatkan Program Dana Desa dengan benar. Pemanfaatan yang baik akan  mempersempit ketimpangan ekonomi antara desa dan kota.

“Saya titip agar betul-betul mengelola Dana Desa untuk kemanfaatan masyarakat di desa sehingga ketimpangan bisa dipersempit, kemiskinan bisa dihilangkan, pengangguran juga turun sebanyak-banyaknya. Arahnya ke sana,” kata Presiden Jokowi pada “Sosialisasi Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2019” di Desa Watesjaya, Cigombong, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (2/12).

Selama ini pembangunan desa terpinggirkan. “Oleh sebab itu, mulai 2015 saya sampaikan ini pembangunan harus dibalik, dimulai dari desa. Sejak 2015 kita telah kucurkan Rp 20,7 triliun, kemudian 2016 Rp 47 triliun, tahun 2017 Rp 60 triliun, 2018 Rp 60 triliun, dan tahun depan Rp 73 triliun.”

Dengan kucuran Dana Desa yang meningkat tiap tahun, hingga saat ini sudah Rp 187 triliun anggaran dialokasikan pemerintah pusat untuk desa-desa di seluruh Indonesia. Presiden berharap perputaran uang di desa dan daerah-daerah juga semakin meningkat. “Kalau uang yang beredar itu semakin banyak, otomatis kesejahteraan masyarakat dan penduduk di desa dipastikan meningkat.”

Selama empat tahun terakhir, ratusan triliun rupiah Dana Desa telah beredar di 74.900 desa di seluruh Indonesia. Pemanfaatannya sudah mulai tampak dengan sejumlah pembangunan sarana dan prasarana di desa-desa.

Dengan Dana Desa telah dibangun 6.900 pasar kecil, 39.000 saluran irigasi, dan 3.000 embung.
“Jalan desa sudah sepanjang 158.000 kilometer, 18.000 Posyandu, dan 48.000 PAUD telah dibangun dari Program Dana Desa,” kata Presiden Jokowi. [SL2]

BAGIKAN