Pembangunan Infrastruktur Melebarkan Pasar Petani

SekaliLagi.id – Menjadi petani tidak selalu identik dengan kesulitan hidup. Contohnya Aceng Hasan Muttaqien (37 tahun), petani kentang di Pangalengan, Jawa Barat.

Di awal menjadi petani dia dan kawan-kawannya sesama petani memang merasakan banyak kesulitan. Dari masalah lahan, proses budidaya, infrastruktur jalan, hingga pemasaran.

Namun setelah bersama kawan­kawannya membentuk Kelompok Tani Bintang Saga, mereka mulai mengoptimalkan lahan yang terbatas untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. “Menjadi petani itu bisa menguntungkan, jika punya pengetahuan yang cukup,” katanya.

Mereka bersyukur, jalanan dari lahan pertanian mereka ke jalan raya saat ini sudah dibangun dengan baik. Hal itu bisa mempermudah distribusi hasil panen ke pasar. Dari sebelumnya pada tahun 2006 dia hanya menggarap lahan seluas 250 meter persegi, sekarang sudah mengelola lahan seluas 4 hektare.

Percepatan ini juga karena didukung masuknya infrastruktur telekomunikasi di wilayahnya. Jaringan internet yang masuk ke desa, memproses kesadaran mereka mendigitalisasi produk untuk didistribusikan ke pasar global. “Kami juga memanfaatkan internet untuk mengecek harga pasar,” ujar Hasan.

Selain untuk melebarkan pasar, mereka juga menggunakan jaringan internet untuk mengetahui prediksi musim dan kapan memulai tanam. Bukan hanya petani kentang yang memanfaatkan pola pemasaran melalui jaringan internet. Petani kopi di Pangalengan juga mulai memanfaatkannya. Beberapa produk kopi Pangalengan saat ini sudah menembus pasar nasional dan global. (SL2)

BAGIKAN