Jangan Naif, Mengaitkan Semua Hal dengan Politik

SekaliLagi.id – Tidak seharusnya semua hal dikaitkan dengan politik. Kehidupan demikian luas. Ada masalah sosial, ekonomi, budaya, tidak hanya soal politik.

Misalnya, rencana pemerintah meluncurkan program dana kelurahan mulai tahun depan, ada yang mengaitkan dengan politik. Padahal, dana kelurahan diberikan untuk memperbaiki kampung dan digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Tapi kok ramai? Ini dana untuk rakyat, untuk memperbaiki kampung. Kok malah jadi ramai. Ini semua komitmen pemerintah untuk rakyat, bukan untuk siapa-siapa,” kata Presiden Jokowi pada pembagian sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (23/10).

Presiden Jokowi mengaku heran jika kebijakan itu dihubungkan dengan politik. Padahal, kehidupan tidak semata soal politik.

“Jangan sedikit-sedikit dihubungkan dengan politik. Mohon maaf, kita ini segala hal selalu dihubungkan dengan politik. Padahal kehidupan tidak hanya soal politik. Ada sosial, ekonomi, budaya. Semua ada. Kenapa semua hal selalu dihubungkan dengan politik?”

Masyarakat mesti  bijak menyikapi hal-hal seperti itu. “Itulah kepandaian para politikus mempengaruhi masyarakat. Hati-hati, saya titip. Banyak politikus yang baik-baik, tapi banyak juga politikus yang sontoloyo. Saya ngomong apa adanya saja.”

Presiden meyakini masyarakat semakin matang dan pintar dalam berpolitik. Meski demikian, mesti menyaring semua informasi dan memilah mana yang benar dan mana yang salah.

“Masyarakat sekarang semakin pintar dan matang dalam berpolitik. Jangan sampai kita dipengaruhi oleh politikus yang hanya untuk kepentingan sesaat, mengorbankan persatuan, persaudaraan, dan kerukunan kita,” kata Presiden Jokowi. [SL2]

BAGIKAN