Jokowi: Modal Utama untuk Sukses adalah Kepercayaan

SekaliLagi.id – Modal utama untuk sukses adalah kepercayaan.“Anak muda sering mengeluhkan kesulitan modal untuk berusaha. Modal yang saya miliki adalah kepercayaan,” kata Jokowi menyemangati anak-anak muda pada acara “Ngobrol Inspiratif” di Gesibu Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/3).

Memulai dunia usaha sebagai langkah awal, pada tahun pertama Jokowi menjual produk mebel di tingkat lokal. Tahun kedua berhasil naik ke pasar nasional dan tahun ketiga memulai memasuki pasar ekspor. “Ekspor pun dalam tiga bulan baru satu kontainer,” katanya.

Jokowi terus bersemangat. Tahun berikutnya mengikuti pameran di Singapura yang membuka peluang lebar. “Satu bulan mendapat pesanan hingga 18 kontainer. Sebenarnya saya bingung, tapi saya terima saja dulu,” katanya.

Jokowi menunjukkan arti kepercayaan. Order 18 kontainer itu dibagi dengan rekan-rekannya. “Akhirnya dibagi-bagi dan dapat 12 kontainer. Sisanya terlambat 6 kontainer, tidak apa-apa karena saya jelaskan alasannya,” kata Jokowi.

Loncatan seperti itu memang menimbulkan risiko, tapi harus berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan. Risiko itu pula yang diambil untuk memasuki dunia politik. Niatnya hanya satu, membangun kota kelahiran Solo menjadi maju sejajar dengan kota-kota maju dunia serta masyarakatnya sejahtera.

Usaha memang tidak selalu mudah namun patut dicoba. Tahun 2005 masuk dunia politik, bersaing menjadi wali kota Solo. Saat itu ada empat kandidat, yaitu petahana, Ketua Kadin, pengusaha terkenal, dan Jokowi. “Tidak ada orang yang tahu nama saya di Solo saat itu,” ujarnya.

Dalam upaya “mengenalkan” diri, Jokowi menyampaikan apa adanya. “Saya sampaikan apa yang harus saya sampaikan. Saya lakukan kampanye door to door,” ujarnya.

Modal utama yang dimiliki hanyalah kepercayaan. Dengan modal itulah Jokowi berhasil memenangi pemilihan wali kota.

Karena itu, Jokowi mengingatkan anak muda untuk memanfaatkan semua peluang dengan modal kepercayaan, kreatif, dan inovatif. “Peluang banyak, tapi memerlukan kerja keras dan kreatif. Peluang ada di sini karena banyak produk tradisional, rasa enak, tapi kemasan kurang baik, merek kurang baik,” kata Jokowi yang mengenakan udeng khas Banyuwangi dan kemeja putih, celana jins dan sepatu kanvas hitam.

Selain bertemu dengan kaum muda di Gesibu Blambangan, Jokowi juga menemui para pendukungnya di Taman Alun-alun Blambangan, Banyuwangi.

Calon Presiden nomor urut 01 Jokowi mengingatkan pada 17 April nanti berbondong-bondong ke TPS untuk menggunakan hak pilih. “Jangan lupa pilih yang bajunya putih, karena putih adalah kita. Kita ingin semua ke TPS berbaju putih,” katanya. [SL2]

BAGIKAN