Kerja Keras Kabinet Kerja

Pemerintah di bawah komando Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terus bekerja keras demi kemajuan Indonesia di segala bidang. Hasil kerja para menteri di bawah empat  kementerian koordinator (Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, Dan Keamanan; Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian; Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; Kementerian Koordinator Bidang Maritim) menampakkan hasil nyata bagi bangsa dan negara.

Di bidang ekonomi, perekonomian nasional cukup stabil. Harga-harga kebutuhan pokok terjangkau masyarakat, antara lain karena pendapatan meningkat.

Bahkan, capaian kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dicatat dunia internasional. Dana Moneter Internasional, misalnya, menaikkan proyeksi ekonomi Indonesia seiring estimasi pemulihan ekonomi global. Perekonomian Indonesia pun diproyeksikan tumbuh 5,05 persen pada tahun 2017.

Awal tahun 2017 rupiah di bursa efek dibuka pada posisi 13.281 per US$. Memang nilai tukar rupiah sempat turun ke posisi 13.410 per US$ pada 21 Januari, saat Donald Trump dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat. Namun dari Januari hingga awal September 2017 rupiah bergerak pada kisaran Rp 13.200 – Rp 13.400. Pada 8 September rupiah bergerak di posisi 13.185 dan pada 11 September mencapai level terkuat sepanjang tahun di posisi 13.156.

Pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah pun diapresiasi World Economic Forum yang mencatat peningkatan daya saing infrastruktur transportasi Indonesia dari peringkat 62 pada tahun 2015 naik ke peringkat 52 pada tahun 2017. Kenaikan peringkat itu tentu berkat keseriusan pemerintah menggenjot pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur transportasi seperti terminal bus, pelabuhan, bandara, hingga fasilitas kereta api.

Pada tahun 2017 pemerintah telah membangun jalur rel kereta api sepanjang 388,3 kilometer, merehabilitasi 30 terminal bus, 104 pelabuhan laut dan 7 bandara. Pembangunan infrastruktur itu pun membuat para investor mulai melirik peluang investasi di sektor transportasi Indonesia.

Hingga tahun 2017 saja pemerintah telah merampungkan 26 proyek strategis nasional dengan estimasi investasi Rp 46,5 triliun. Poyek yang rampung di tahun 2017 adalah Jalan Akses Tanjung Priok, PLBN Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, PLBN Aruk di Kabupaten Sambas, PLBN Wini di Kabupaten Timor Tengah Utara, Jalan Tol Soreang – Pasirkoja, dan Jalan Tol Surabaya – Mojokerto, dengan total nilai proyek Rp 13,1 triliun.

Selain itu, 145 proyek dan 1 program sudah masuk tahap konstruksi, 9 proyek dalam tahap transaksi dan 86 proyek dan 1 program dalam tahap penyiapan. Dari 145 proyek yang masuk tahap konstruksi, 37 proyek telah beroperasi secara sebagian, di antaranya Jalan Tol Medan – Kualanamu – Lubuk Pakam – Tebing Tinggi, Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu, serta Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung dan Mandalika.

BAGIKAN