Kurs Melemah Tak Hanya Rupiah

SekaliLagi.id – Pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS (US$) tidak hanya terjadi pada rupiah, tetapi juga menimpa mata uang negara-negara lain.

Pelemahan rupiah lebih karena sentimen eksternal, seperti kenaikan suku bunga The Fed, perang dagang antara China dan Amerika Serikat, serta krisis di Turki dan Argentina.

“Tidak hanya Indonesia yang terkena pelemahan kurs. Ini karena faktor eksternal yang bertubi-tubi. Saya kira yang paling penting kita harus waspada. Harus hati-hati,” kata Presiden Jokowi, Rabu (5/9/).

Pemerintah meningkatkan koordinasi di sektor fiskal, moneter, industri, dan pelaku usaha demi menguatkan kembali rupiah. “Koordinasi yang kuat menjadi kunci (untuk menguatkan rupiah),” katanya.

Ditargetkan pula memperbaiki transaksi berjalan dengan menggenjot ekspor dan investasi di dalam negeri. “Dengan meningkatkan investasi dan ekspor, kita bisa menyelesaikan defisit transaksi berjalan. Kalau ini selesai, akan menyelesaikan semuanya,” kata Presiden Jokowi.

Pada penutupan bursa efek Selasa (4/9), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di posisi Rp 14.935. Posisi terendah dalam lima tahun terakhir. [SL2]

BAGIKAN