Membangun Papua, Memangkas Ketimpangan

Trans Papua di Provinsi Papua sepanjang 3.259,45 kilometer dan di Provinsi Papua Barat sepanjang 1.070,62 kilometer.

SekaliLagi.id – Pemerintah terus menggenjot pembangunan di Papua untuk mewujudkan konektivitas wilayah paling timur Indonesia itu. Beberapa bandara telah rampung dibangun. Di Provinsi Papua ada Bandara Nop Goliat Dekai, Wamena, Mopah, dan Domine Eduard Osok. Di Provinsi Papua Barat ada Bandara Utarom Kaiman.

“Khusus di Papua Barat, saya minta dilakukan percepatan pembangunan pelabuhan, baik di Sorong, Bintuni, maupun di Kaimana. Pengembangan dermaga penyeberangan di Wasior dan Folley serta pengembangan beberapa bandara,” kata Presiden Jokowi.

Bukan tanpa risiko memilih membangun dari pinggiran. “Saya menghitung semua risiko. Kalau
mau hitung-hitungan imbal balik politik dan ekonomi, ya membangun infrastrukturnya di Pulau Jawa
 saja. Praktis tak butuh anggaran banyak. Keuntungan ekonominya jauh lebih cepat kembali ketimbang membangun infrastruktur di daerah. Namun, setelah blusukan dari Sabang sampai Merauke, saya menyaksikan ketimpangan sudah sangat parah,” kata Presiden Jokowi.

Pemerintah pun mengalokasikan banyak dana untuk pembangunan infrastruktur Papua. Untuk pembangunan Jalan Trans Papua tahun 2016 dialokasikan Rp 2,15 triliun. Dana untuk perawatan jalan sepanjang 1.719,46 km, pembangunan jalan baru 151,34 km, dan pembangunan jembatan.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, anggaran pembangunan infrastruktur di Papua dan Papua Barat tahun 2017 Rp 7,6 triliun. Anggaran itu belum termasuk Dana Alokasi Khusus Rp 2,18 triliun.

Anggaran pembangunan Jalan Trans Papua tahun 2017 Rp 3,4 triliun. Anggaran itu untuk membangun 
112 kilometer jalan yang belum “tersambung”. Pempangunan jalan Trans Papua yang menghubungkan Sorong – Merauke sepanjang 4.330 km itu telah mencapai 3.852 km.

Dibangun pula Bendungan Wariori dan Oransbari di Kabupaten Manokwari untuk mendukung program peningkatan produksi pangan dan air baku. Dilakukan pula revitalisasi Sungai Klagison di Sorong dan pembangunan pengaman Pantai Tanjung Kasuari dan Supraw.

Pembangunan sektor perumahan juga dikebut. Di antaranya memperbaiki rumah yang tak layak huni melalui Program Rumah Swadaya. “Ditargetkan di Papua dan Papua Barat masing-masing 3.500 unit. Ada juga program rumah khusus untuk nelayan, tenaga medis, dan pemuka agama,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Digalakkan pula Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Sorong dan Kota Manokwari Barat. (SL2)

BAGIKAN