Meneladani Perjuangan dan Keberanian Pembela Bendera

Presiden Jokowi berbincang dengan keluarga Yohanes Ande Kala pada silaturahmi teladan nasional di Istana Negara.

SekaliLagi.id – Presiden Joko Widodo mengapresiasi keberanian dan perjuangan tanpa pamrih Yohanes Ande Kala yang nekat memanjat tiang bendera demi Sang Saka Merah Putih tetap berkibar.

Presiden Jokowi mengundang siswa SMPN Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, itu pada silaturahmi dengan para teladan nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/8).

Demi memperbaiki tali di tiang bendera pada upacara peringatan Kemerdekaan RI di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, pada 17 Agustus lalu, Yohanes yang biasa dipanggil Joni Ande nekat memanjat tiang bendera yang cukup tinggi. Video aksi berani itu siswa kemudian beredar luas.

“Saya lihat di video itu terkaget-kaget. Joni kan memanjat tiang kecil dan tinggi sekali. Tingginya kurang lebih 20 meter. Melihat itu saya khawatir. Kok nggak takut menaiki tiang yang kecil? Padahal, katanya itu pas kamu sakit perut?” tanya Presiden Jokowi.

“Pertama aku sakit perut (saat mengikuti upacara). Terus dipanggil disuruh masuk ke ruangan UKS,” jawab Joni.

Saat beristirahat itu dia mendengar Wakil Bupati Belu menanyakan apakah ada yang bisa memanjat tiang untuk memperbaiki tali bendera yang tersangkut. Joni langsung melepas sepatu lalu berlari ke lapangan dan langsung memanjat tiang bendera.

“Langsung memanjat, tidak ngomong dulu?” kata Jokowi. “Enggak,” jawab Joni.

“Saya lihat baru setengah (tiang) kelihatannya sudah ngos-ngosan. Kenapa berhenti?” tanya Presiden. “Capek,” jawab Joni polos, langsung disambut tawa semua yang hadi.

“Apa yang dilakukan saat sampai di puncak tiang bendera?” tanya Presiden. “Tarik tali bendera, dibawa turun dengan digigit,” kata Joni.

Ketika Presiden menawari untuk memilih hadiah, Joni memilih sepeda. “Kamu jauh-jauh dari Belu ke Jakarta hanya minta sepeda. Mau minta apa?” tanya Presiden lagi.

Baru ketika ditanya kedua kali, Joni meminta dibuatkan rumah. “Nah, gitu. Udah gitu aja, sepeda sama rumah. Saya titip pesan, ya. Belajar yang baik, bekerja keras, baru bisa meraih cita-cita,” kata Presiden.

Menurut Presiden, apa yang dilakukan Joni sangat berbahaya. Namun, semangat juang itu patut dicontoh. “Keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih Joni membuat Merah Putih terus berkibar,” katanya.

Presiden kemudian memberikan hadiah tambahan. “Mumpung di Jakarta, Pak Mensesneg tolong Joni diajak melihat Dunia Fantasi dan Taman Mini Indonesia Indah,” kata Presiden Jokowi kepada Menteri Sekretatis Negara Pratikno. [SL2]

BAGIKAN