Presiden Jokowi: Negara Berperan Mendukung Ekspresi Toleransi

SekaliLagi.id – Dibutuhkan panggung interaksi yang bertoleransi semisal smart city yang menyediakan ruang publik inklusif sebagai panggung toleransi. Bisa juga ruang ekspresi dan kebebasan mimbar akademik dan lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan.

Untuk mewujudkan hal itu negara harus hadir sebagai fasilitator yang mendukung ekspresi toleransi. Peran negara antara lain memberikan dukungan sumber daya, reformasi birokrasi kebudayaan yang fleksibel dan sesuai dengan tuntutan zaman. Bisa juga memfasilitasi keterlibatan masyarakat melalui dewan kebudayaan atau kesenian.

“Tetapi seberapa pun besar peran pemerintah sebagai fasilitator peluang ekspresi yang bertoleransi, tidak akan mungkin tanpa adanya ruang-ruang ekspresi dan toleransi di masyarakat dan para pemimpin bangsa ini, baik di daerah provinsi maupun di pusat,” kata Presiden Jokowi pada Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 di kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Minggu (9/11).

Ruang yang dibutuhkan bukan hanya ruang di luar diri, tetapi juga ruang di dalam tubuh dan pikiran setiap individu. Karena ekspresi yang diwarnai toleransi dan toleransi yang diekspresikan juga membutuhkan ruang dalam hati dan pikiran.

“Membutuhkan ruang dalam niat di semua tindakan kita untuk membuka diri, untuk berbagi, dan untuk mengembangkan diri. Dan dengan cara ini, insya Allah bisa mempercepat langkah hijrah kita menuju Indonesia yang maju,” kata Presiden Jokowi. [SL2]

BAGIKAN