Presiden Jokowi: Penerbitan Sertifikat Tanah Rakyat Hindarkan Sengketa

SekaliLagi.id – UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria mengamanatkan kepemilikan hak atas tanah wajib dibuktikan dengan sertifikat sebagai bukti pengakuan hukum. Namun masih banyak masyarakat yang belum memiliki sertifikat atas tanahnya.

Berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional, pada tahun 2015 dari 126 juta bidang tanah di Indonesia, baru sekitar 46 juta bidang tanah yang diakui hak kepemilikannya. Akibatnya, banyak sekali sengketa tanah di masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah.

Presiden Jokowi berharap sengketa tanah dihindarkan dengan kepemilikan sertifikat hak atas tanah rakyat yang semakin merata di Tanah Air.

“Kita tahu sertifikat adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki. Bapak-Ibu punya tanah tapi nggak ada sertifikat, begitu ada sengketa, masuk ke pengadilan, bisa kalah. Tapi kalau sudah pegang sertifikat, tanda bukti hak hukum atas tanah, kuat posisi kita,” kata Presiden Jokowi saat menyerahkan sertifikat tanah di Gelanggang Olah Raga Tri Sanja, Tegal, Jumat (9/11).

Sertifikat yang diberikan kepada masyarakat di Kabupaten Tegal sebanyak 3.000 buah mencakup bidang tanah seluas 1.738.742 meter persegi.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil melaporkan, tahun ini ditargetkan terbit 60.000 sertifikat. Penerbitan untuk seluruh bidang tanah di Tegal ditargetkan rampung tahun 2023.

“Akan kita rampungkan, sesuai yang disampaikan Menteri BPN, tahun 2023 semua tanah di Kabupaten Tegal sudah disertifikatkan,” kata Presiden.

Secara nasional setidaknya 7 juta sertifikat sudah harus diterbitkan tahun ini dan akan meningkat di tahun-tahun berikutnya.

“Biasanya setahun 500 ribu sertifikat. Tahun kemarin saya sudah perintah harus keluar 5 juta sertifikat. Alhamdulillah akhir tahun selesai 5 juta sertifikat. Tahun ini 7 juta sertifikat harus keluar dari kantor BPN. Tahun depan targetnya 9 juta sertifikat harus. Untuk apa? Supaya masyarakat pegang hak hukum atas tanah yang dimiliki,” kata Presiden Jokowi. [SL2]

BAGIKAN