Presiden Jokowi Sederhanakan Pencairan Dana Korban Bencana

SekaliLagi.id – Pemerintah memastikan dana bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, makin mudah dicairkan.

Dilakukan penyederhanaan birokrasi dan administrasi dalam mengurus pencairan dana bantuan. Penyederhanaan prosedur tetap memperhatikan prinsip akuntabilitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita juga sudah memutuskan untuk prosedur pengambilan uang yang sudah diberikan agar disederhanakan. Dari 17 prosedur, kemarin diputuskan menjadi 1 prosedur saja yang harus diikuti,” kata Presiden Jokowi pada rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Selasa (16/10).

Presiden mewanti-wanti jajarannya untuk mengimplementasikan keputusan tersebut di lapangan. “Jangan sampai uangnya sudah diberikan tapi tidak bisa dicairkan, ya untuk apa?” katanya.

Penyederhanaan prosedur tetap memperhatikan prinsip akuntabilitas dan dapat dipertanggungjawabkan. “Saya tidak mau lagi masih melihat masyarakat merasa rumit dan berbelit (dalam mencairkan dana bantuan). Ini yang harus segera disederhanakan tanpa mengabaikan prinsip-prinsip akuntabilitas keuangan.”

Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk bantuan Rp 50 juta untuk rumah warga Lombok yang rusak berat dan rusak sedang Rp 25 juta. Pembangunan kembali rumah dengan asistensi Kementerian PUPR dan anggota TNI.

Presiden juga membahas penanganan tanggap darurat bencana di Palu, Donggala, dan beberapa wilayah lain di Sulawesi Tengah. Presiden kembali menginstruksikan jajarannya memastikan distribusi bantuan logistik dapat menjangkau semua wilayah terdampak.

“Karena masa tanggap darurat diperpanjang, saya minta fokus di penanganan pengungsi, evakuasi, dan pelayanan medis betul-betul diperhatikan. Termasuk distribusi bantuan logistik pastikan merata dan menjangkau semua wilayah terdampak,” kata Presiden Jokowi. [SL2]

BAGIKAN