Presiden: Prioritaskan Evakuasi Korban Gempa Lombok

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas penanganan bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

SekaliLagi.id – Pemerintah memprioritaskan evakuasi korban gempa Lombok yang belum ditemukan. Sementara proses tanggap darurat bencana di wilayah Nusa Tenggara Barat itu terus berlanjut.

“Saya perintahkan Kepala BNPB, Basarnas, Panglima TNI, dan Kapolri segera bergerak, fokus pada upaya evakuasi. Termasuk evakuasi wisatawan di pulau di sekitar Lombok. Saya minta evakuasi korban yang belum ditemukan menjadi prioritas,” kata Presiden Jokowi pada rapat terbatas penanganan bencana Lombok, di Kantor Presiden, Jumat (10/8).

Presiden terus memantau penanganan pascabencana. “Saya mendapat laporan dari lapangan. Proses pencarian korban terus dilakukan secara intensif dan sudah banyak mengerahkan alat-alat berat,” katanya.

Selama proses tanggap darurat, Presiden Jokowi memastikan kebutuhan korban terpenuhi. Pemerintah dan sejumlah pihak telah mengirimkan bantuan. “Untuk penanganan pengungsi dan korban gempa, saya minta untuk dipastikan ketersediaan logistik, tenda, selimut, makanan, terutama makanan untuk bayi, obat-obatan, pasokan air, serta ketersediaan listrik.”

Setelah proses tanggap darurat berakhir, pemerintah akan mulai fokus pada perbaikan rumah-rumah warga dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa.

“Saya minta BNPB dibantu seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk lebih gencar melakukan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat, terutama di daerah yang rawan bencana, agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana alam,” kata Presiden Jokowi.

Gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter mengguncang Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada pukul 18.46 WIB, Minggu (5/8). Gempa terparah terjadi di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, dan Kota Mataram. Gempa yang juga terasa hingga Bali dan Jawa bagian timur itu mengakibatkan setidaknya 259 korban tewas, 1.033 korban luka, ribuan rumah rusak, dan 270.168 warga mengungsi. [SL2]

BAGIKAN